Evaluation Of Indonesia Culture And Europe (Italian, Dutch & Polish) Culture Using Hofstede Globe, Trompenaars & Hampden

Authors

  • Budy Ariyanto Sekolah Tinggi Manajemen Pariwisata dan Logistik Lentera Mondial
  • Rachmat Darmawan Sekolah Tinggi Manajemen Pariwisata dan Logistik Lentera Mondial
  • Budi Nurhamdani Sekolah Tinggi Manajemen Pariwisata dan Logistik Lentera Mondial
  • Daniel Christian Sekolah Tinggi Manajemen Pariwisata dan Logistik Lentera Mondial
  • Fahmi Setiyawan Sekolah Tinggi Manajemen Pariwisata dan Logistik Lentera Mondial
  • Retno Pratiwi Sekolah Tinggi Manajemen Pariwisata dan Logistik Lentera Mondial

DOI:

https://doi.org/10.3333/lbs.v11i2.84

Keywords:

Hofstede, Globe, Trompenaars & Hampden Turner, Culture Organization

Abstract

Penelitian ini mengungkapkan bahwa secara garis besar dimensi budaya dapat didefinisikan oleh Hofstede, Globe dan Trompenaars & Hampden Turner. Dimensi individualisme membahas tingkat saling ketergantungan antar anggota masyarakat. Hal ini berkaitan dengan apakah citra diri seseorang didefinisikan sebagai “Aku” atau “Kita”. Perspektif dari sisi lain, mereka yang umumnya memiliki budaya skor tinggi mengambil pendekatan yang lebih pragmatis: mereka mendorong dalam upaya pendidikan modern sebagai cara untuk mempersiapkan masa depan. Peneliti mengkaitkan hubungan seperti apa hubungan yang dapat dideteksi antara jarak budaya dan migrasi lintas budaya. Bahwa penelitian ini membantu memahami sifat dan dampak migrasi tenaga kerja dalam cakupan organisasi bagi negara asal maupun tujuan di tingkatan industri ataupun korporasi. Peneliti telah mengkaji penggunaan model Hofstede pada industri yang sangat relevan. Asumsi ini dapat dilihat terdapat hubungan yang signifikan antara jarak budaya dan gaya kepemimpinan. Berdasarkan model Hofstede ini mengkaji perbedaan relatif antarbudaya berbasis nasional dalam enam dimensi, komparasinya mencakup power distance, individualism, masculinity, uncertainty avoidance, long term orientation, dan indulgence. Fokus dari kondisi ini ialah mendapatkan hasil yang beragam dalam praktik dan nilai. Berdasarkan penjelasan dan contoh perbandingan, bahwa orang India dan Indonesia memiliki kesamaan. Orang Indonesia dan India dibentuk dalam kelompok organisasi dengan tujuan mencapai kesuksesan, akan tetapi bagi Jerman terdapat banyak perbedaan budaya, yang menjadi dasar tentang jarak kekuasaan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Budi, Y., Silintowe, R., & Susanto, A. (2018). Intercultural Communication of Indian Cultural Dimensions Through Indonesian Secretary’s Perspective.

Bulawka, H., Molek, J., & Wozniak, J. (2023). When East Meets West: Polish Business Communication from a Cross-Cultural Perspective. https://doi.org/10.36923/jicc.v23i3.188

Jarjabka, Á., Fűrész, D. I., & Havran, Z. (2024). The impact of cultural distance on the migration of professional athletes as high-skilled employees. Journal of Industrial and Business Economics, 51(3), 585–603. https://doi.org/10.1007/s40812-023-00288-8

Jones, G., Chirino Chace, B., & Wright, J. (2020). Impact of diversity on innovation. In International Journal of Innovation Science (Vol. 12, Issue 3, pp. 323–343). Emerald Group Holdings Ltd. https://doi.org/10.1108/IJIS-04-2020-0042

Rawat, R., Sharma, S., & Goyal, H. R. (2025). Hofstede’s Cultural Dimension Driven Artificial Narrow Intelligence iDFIS for Industry 5.0 Empowered Digital Society. Recent Patents on Engineering. https://doi.org/10.2174/0118722121334543241001050846

Published

05-09-2025

How to Cite

Ariyanto, B., Darmawan, R., Nurhamdani, B., Christian, D., Setiyawan, F., & Pratiwi, R. (2025). Evaluation Of Indonesia Culture And Europe (Italian, Dutch & Polish) Culture Using Hofstede Globe, Trompenaars & Hampden. Jurnal Manajemen Pariwisata Dan Logistik, 11(2), 27–32. https://doi.org/10.3333/lbs.v11i2.84