AMBIVALENSI PERILAKU KONSUMSI THRIFTING DI KALANGAN GENERASI Z: STUDI KASUS PASAR SENEN JAKARTA PUSAT

Penulis

  • Daniel Deha I , Sekolah Tinggi Manajemen Pariwisata dan Logistik Lentera Mondial, Jakarta
  • Yohana Prastika Sedha
  • Ariel Ramadhani
  • Eujenia Octalia da Silva Maiata
  • Michael Ferdinando Luanlaka

DOI:

https://doi.org/10.3333/43310b35

Kata Kunci:

Gaya hidup, Generasi Z, Perilaku konsumsi, Sustainable fashion, Thrifting

Abstrak

Penelitian ini menganalisis thrifting sebagai fenomena konsumsi yang bersifat ambivalen di kalangan Generasi Z, dengan mengambil studi kasus di Pasar Thrifting Senen, Jakarta Pusat. Kajian ini berangkat dari asumsi bahwa thrifting tidak semata-mata merupakan strategi memperoleh pakaian dengan harga terjangkau, tetapi juga merupakan praktik sosial, budaya, dan simbolik yang berkaitan dengan pembentukan identitas, pencarian keunikan, serta negosiasi nilai keberlanjutan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui observasi partisipan dan wawancara semi-terstruktur, kemudian dianalisis melalui secara triangulasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keputusan Generasi Z untuk melakukan thrifting dibentuk oleh keterkaitan antara faktor ekonomi, estetika, sosial, digital, dan lingkungan. Thrifting juga telah bergeser dari aktivitas transaksional menjadi bentuk rekreasi dan interaksi sosial. Media berperan penting dalam memperluas popularitas thrifting melalui konten haul, rekomendasi toko, inspirasi mix and match, serta narasi sustainable fashion. Namun, penelitian ini menemukan adanya paradoks: praktik yang dipersepsikan sebagai hemat dan ramah lingkungan dapat memunculkan konsumsi impulsif ketika konsumen membeli bukan berdasarkan kebutuhan, melainkan karena harga murah, dorongan tren, atau imaji model. Penelitian ini menegaskan bahwa thrifting perlu dipahami bukan sebagai praktik konsumsi yang sepenuhnya berkelanjutan ataupun konsumtif, melainkan sebagai ruang negosiasi antara kebutuhan ekonomi, ekspresi identitas, pengaruh media, kesenangan berbelanja, dan kesadaran lingkungan. Hasil penelitian menggarisbawahi pentingnya literasi konsumsi kritis, pengendalian pembelian impulsif, transparansi asal-usul barang, serta penguatan strategi diferensiasi dan pengelolaan usaha bagi pelaku thrifting dan UMKM fashion lokal.

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Referensi

Assael, Henry. (2001). Consumer Behavior. Edisi keenam. New York: Thomson Learning.

Athirah, T. (2022). “Pengaruh Gaya Hidup Terhadap Minat Beli Pakaian Thrift Pada Masyarakat Kecamatan Sekupang Di Masa Pandemi Covid-19 Menurut Ekonomi Syariah.” (Skripsi, UIN Sultan Syarif Kasim Riau).

Balchandani, A., Coe, E., Enomoto, K., Francis,T., & Schmidt, J. (2023). What is Gen Z? McKinsey & Company.

Bencsik, A., Horváth-Csikós, G., & Juhász, T. (2016). Y and Z generations at workplaces. Journal of Competitiveness, 8(3), 90–106.

Bungin, Burhan. (2003). Analisis Data Penelitian Kualitatif. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Cervelleon, M.C., Carey, L. and Harms, T. (2012a), “Something old, something used: determinants ofwomen’s purchase of vintage fashion vs secondhand fashion”,International Journal of Retailand Distribution Management, Vol. 40 No. 12, pp. 956-974.

Creswell, John W. (2009). Research Design (Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif dan Mixed). Yogyakarta. Pustaka Pelajar.

Detik.com. (2022). "Mengintip Pasar Senen, Pusat Thrift Store Paling Diburu Anak Gaul Jakarta. Diambil dari https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-6124580/mengintip-pasar-senen-pusat-thrift-store-paling-diburu-anak-gaul-jakarta.

Fletcher, Kate. (2012). “Sustainable fashion and textiles: Design journeys.” Fashion Practice: The Journal of Design, Creative Process & the Fashion Industry. DOI:10.4324/9781849772778.

Francis, T., & Hoefel, F. (2018). True Gen: Generation Z and its implications for companies. McKinsey & Company.

Guiot, D., & Roux, D. (2010). A second-hand shoppers’ motivation scale. Journal of Retailing, 86(4), 355–371.

Gulfira, N. (2015). The Art of Thrifting. Yogyakarta: Bentang Pustaka.

Heriyanto, D. dkk. (2024). Indonesian Gen Z Report 2024 Understanding And Uncovering The Behavior, Challenges, And Opportunities.

Herjanto, Halimin,et al. (2023). "Secondhand clothing purchase intentions: Generation Z’s perspective." Journal of Global Responsibility 15(1):53-72. DOI:10.1108/JGR-08-2022-0077.

Howkins. (2001). The Creative Economy: How People Make Money from Ideas. London: Penguin.

Hulwan, Arif. (2015). “Gen Z Indonesia prioritaskan identitas dan gaya hidup di tengah ekonomi lesu.” Diambil dari https://www.campaignindonesia.id/article/gen-z-indonesia-prioritaskan-identitas-dan-gaya-hidup-di-tengah-ekonomi-lesu/1927729.

Jholanda dan Anwar, Amelia. (2025). “Sustainable Fashion: Fenomena Thrifting dan Peran Subsektor Fashion terhadap Perekonomian Indonesia.” Jurnal Manajemen dan Bisnis (JMB), Vol. 6, No. 1, 1-7.

Kotler, P., & Armstrong, G. (2018). Prinsip-Prinsip Pemasaran (Edisi 17). Jakarta: Erlangga.

Kotler, P., & Keller, K. L. (2016). Manajemen Pemasaran (Edisi 15). Jakarta: Erlangga.

Kurniasari, M., & Budiatmo, A. (2018). “Pengaruh Social Media Marketing, Brand Awarenessterhadap Keputusan Pembelian dengan Minat Beli sebagai Variabel Intervening Pada J.CO Donuts & Coffee Semarang.” Journal of Materials Processing Technology, 1(1), 1-8.

Leviana, T. (2019). “Pengaruh Social Media Marketing terhadap Willingness To Pay Premium price melalui Brand Equity pada Konsumen Estee Lauder.” Agora, 7(1), 1-6.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook. California: Sage Publications.

Moleong, L. J. (2018). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Moleong, Lexy. (2012). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Nasution, S. (2017). Metode Research (Penelitian Ilmiah). Jakarta: Bumi Aksara.

Northwestern Mutual (2022), “Planning and progress study 2022”, available at: https://news.northwesternmutual.com/planning-and-progress-study-2022 (accessed 24 September 2022).

Park, Y. (2019), “Development of rental children’s dress using the abandoned wedding dress”,Journalof Fashion Business, Vol. 23 No. 4, pp. 86-99.

Perna, M.C. (2022), “Deloitte: almost half of gen Z workers live with financial anxiety every day”, availableat: www.forbes.com/sites/markcperna/2022/05/23/deloitte-almost-half-of-gen-z-workers-live-with-financial-anxiety-every-day/?sh=1bced23e7073 (accessed 30 September 2022).

Prasetyo, Puty Febriasari, dkk. (2024). “Fenomena Thriftingdari Perspektif Gen-Z Indonesia: Pendekatan Metode Campuran.” Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial, Vol. 5, No. 6.

Putri, N. T. (2024). “Budaya Thrifting yang Dapat Berdampak Buruk Terhadap Masyarakat dan Ekonomi Negara.” Jurnal Bevinding, 2 (4), 11-17.

Sauer, M. (2022), “55% of millennials, gen zers aren’t prioritizing saving –and that may actually besmart, experts says”, available at: www.cnbc.com/2022/06/14/why-most-millennials-and-gen-zers-arent-saving-money-right-now.html (accessed 20 September 2022).

Schiffman, L. G., & Wisenblit, J. (2015). Perilaku Konsumen. Jakarta: Indeks.

Solomon, M. R. (2017). Consumer Behavior: Buying, Having, and Being. Pearson Education.

Statistita (2022), “Apparel monthly spend on clothing and shoes by generation Z and millennials in theUnited States in 2022 by gender”, available at: www.statista.com/statistics/1329837/gen-z-apparel-monthly-spend-gender/ (accessed 4 September 2022).

Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kualitatif, Kuantitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Sulistiyo, Tri Djoko, dkk. (2025). Keberadaan Pasar Tradisional di Jakarta Sebagai Destinasi Wisata. Jurnal Ilmiah Pariwisata, Volume 30 No.1, 66-84. DOI: https://doi.org/10.30647/jip.v30i1.1879.

Sumartono. (2002). Terperangkap dalam iklan. Bandung: CV Alfabeta.

Suryani, T. (2013). Perilaku Konsumen di Era Internet. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Ta, A.H., Aarikka-Stenroos, L. and Litovuo, L. (2022), “Customer experience in circular economy:experiential dimensions among consumers of reused and recycled clothes”,Sustainability,Vol. 14 No. 1, pp. 1-18.

Tapscott, D. (2009). Grown up Digital: How the Net Generation Is Changing the World. New York: McGraw Hill.

Torres, A.P. (2020), “Research report: for young Americans, sustainable is not organic”,Journal of FoodDistribution Research, Vol. 51 No. 1, pp. 71-77.

Turunen, L. L. M., & Leipämaa-Leskinen, H. (2015). Pre-loved luxury: Identifying motivations for second-hand fashion consumption. Journal of Fashion Marketing and Management, 19(1), 57–73.

Zahro, Y. N. (2022). “Makna Thrifting Dalam Kampanye #Tukarbaju Di Komunitas Zero Waste Indonesia.” (Skripsi, Universitas Islam Indonesia).

Unduhan

Diterbitkan

2026-09-07

Cara Mengutip

AMBIVALENSI PERILAKU KONSUMSI THRIFTING DI KALANGAN GENERASI Z: STUDI KASUS PASAR SENEN JAKARTA PUSAT. (2026). Journal Management SMC, 4(2), 85-96. https://doi.org/10.3333/43310b35

Artikel Serupa

11-15 dari 15

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama